Tampilkan postingan dengan label Tetralogi Laskar Pelangi (Andrea Hirata). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tetralogi Laskar Pelangi (Andrea Hirata). Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 Juni 2010

Maryamah Karpov


Alhamdulilah akhirnya khatam juga baca novel Tetralogi Laskar Pelangi buku ke-4 ini :D
padahal sih udah lama belinya tapi baru diselesaikan hari ini.

Well, buku Maryamah Karpov ini sangat luar biasa. Di dalam buku ini terkisahkan pengorbanan Ikal untuk menggapai mimpi-mimpinya. Rasa rindunya terhadap pujaan hatinya-A Ling- membuat semangatnya terpompa sekencang-kencangnya. Proses itulah yang membuat novel ini terlihat amat Fantastis.

Seusai studinya di Perancis, Ikal pulang ke Belitong dan menikmati masa tenangnya menjadi pengangguran. Aku kagum disini diceritakan pula sahabat-sahabat Laskar Pelanginya :) sungguh mengharukan. Kekuatan maha dahsyat adalah kekuatan cinta. Perjuangannya menemukan cintanya pun dibantu oleh cinta para shabatnya.

Dari membuat perahu sendiri sampai menemukan bangkai perahu lanun di Sungai Lingga. Menakjubkan. Bukan Ikal namanya kalo ia menyerah. Sungguh novel Motivator. Sungguh bagus novel ini direkomendasikan di setiap sekolah maupun kampus-kampus. Novel ini membuat semangat baru yang menggetarkan hati setiap pembacanya.

Hal yang tak masuk akal, pandanglah hal itu dari sudut lain. Maka akan terlihat cahaya terang dari hal yang tak masuk akal tersebut. Perpaduan 2 sahabatnya-Lintang dan Mahar- memadukan Logika dan Mistis. Dua hal yang jika dipadupadankan akan menjadi hal yang luar biasa.

Perjuangannya mencari sang pujaan hati berhasil namun niat untuk menikahinya kandas. Maryamah Karpov sarat akan nilai moral budaya adat dan etika dalam kehidupan.

Senin, 06 Oktober 2008

Laskar Pelangi Movie atau Novel Laskar Pelangi

Novel Laskar Pelangi udah dikonsumsi oleh ribuan pembaca. Hal tersebut salah satu alasan mengapa LP movie dinanti-nantikan oleh banyak orang. Salah satunya gue. Waktu pertama kali nonton Kick Andy yang mengulas tentang tetralogy LP oleh Andrea Hirata, gue langsung tertarik banget pengen tau keseluruhan isi novel itu. Kenyataanya emang gak nyesel banget baca tu novel. Bab demi babnya itu mengundang kita untuk penasaran apa yang akan dibahas oleh Andrea Hirata. Umumnya, pembaca malas untuk membaca novel tebal, itu karena isinya terlalu bertele-tele dan basa-basi yang mbosenin. Tapi kalo novel LP, tiap kalimat, baris, paragraph sampai bab-babnya tu berbobot tapi ringan. Nyesel deh gak baca.

Positif :

well, menurut gue LP movie tu keren banget! Ngena banget dihati. Pesan-pesan moralnya nyampe. Seting sengaja langsung di tempat kejadian (Belitong). Acting para tokoh natural banget gak ada yang dibuat-buat.
Gue kocak banget setiap Ikal ngeliat tangan A ling terus tangannya bersinar-sinar gitu n ada kembang-kembang berguguran gitu! Haha. Menurut gue itu unggulnya di film. Kalo di novel kan kita gak bisa liat apa yang dia liat. Kita Cuma bisa rasa apa yang dia rasa. Yang paling bikin gue geleng2 sampe sekarang. Lintang. Waktu lomba cerdas cermat. Satu kata. Buuuuseeet. Hha. ^^
Hal yang bikin mata merah tu waktu Kepsek meninggal.. ooh.. so sweet. Loh? Apalagi waktu Ayah Lintang meninggal. Wuah.. seisi bioskop yang tadinya pada gemuruh ketawa, spontan pada sesunggukan nahan ingus mau meler. Hha. Termasuk gue. :p salut deh sama Riri Reza dan Mira Lesmana bisa nyari tokoh yang nyaris mirip sama aslinya.

Negative :

Tapi menurut gue yang jadi Kucai itu lebih cocok jadi Lintang, soalnya di novel ditulis Lintang itu berantakan, berambut ikal merah. Sedangkan di film, yang jadi Lintang gak berantakan, dan gak berambut ikal merah.
Gue tau film cuma bisa muter 2 jam aja. Itu berarti gak semua adegan di novel bisa ditayangin. Adegan yang paling gue tunggu-tunggu adalah waktu Ikal udah dewasa, dia balik ke Belitong dan mau observasi ke RSJ kalo ga salah inget namanya Zaal Batu. Disana dia observasi seorang anak yang punya kelainan yaitu gak bisa lepas dari ibunya. Ikal wawancara sama anak itu. Waktu Ikal mau pamit pulang, anak itu manggil nama Ikal. Anak itu ternyata Trapani. Salah satu dari 10 Laskar Pelangi di SD Muhamadiyah dulu. Sumpaaah .. gue sesunggukan pas baca itu. Hix~ :”( . adegan yang gue arepin bakal diputer malah gak ada.
Adegan yang Lintang nanya ke ayahnya berapa hasil dari 4 x 4 juga salah satu yang gue tunggu2 ! gue nangis tu baca adegan itu. Demi dapetin jawaban 4 x 4 , ayahnya Lintang bergegas keluar rumah berusaha dapetin berapa hasil dari itu. Pas udah dapet bahwa hasilnya 16, ayahnya langsung pulang dan ngasih tau Lintang bahwa hasilnya 14. lintang Cuma bisa diem aja karena tau ayahnya tu buta huruf, dan yang beliau tau Cuma angka 14 yaitu tanggungan hidupnya. 14 orang. Demi anak bisa njawab pertanyaan anak. Demi anaknya bisa pinter.
Gue juga kecewa karena pengenalan 10 tokoh utama malah gak terlalu menonjol. Cuma di fokusin sama Ikal, Lintang dan Mahar. Tapi gapapa sih.
Gue komplen ah sama yang jadi A ling. Matanya terlalu sipit! Kenapa gak cari cewek lain. Kan banyak gadis remaja cina yang gak sesipit itu. Hhe..

Over all,, movie maupun novel punya kelebihan dan daya tarik tersendiri. Bagi yang suka baca y abaca. Yang gak suka ya nonton ajaa. Tapi teteep, menurut gue lebih ngena di novel. Karena gue lebih banyak ngeluarin air mata di novel. Pesan moral yang didapat banyak banget. Kita bisa lebih menghargai hidup. Lebih mengedepankan mimpi. Kerja keras pantang mundur demi mencapai apa yang diinginkan. Ilmu tu bekal yang paling penting untuk masa depan. Jangan pernah sia-sia in waktu. Bermimpilah setinggi langit. Jangan pernah putus asa. Tempuhlah sesulit apa cobaan yang menimpa. Dll.. ok banget kan bahasa gue.. mangkanya baca novelnya… hahaha .
Akhir kata. C u dah . 